Bebek Canggih Jalan Nias Surabaya

Ke Surabaya belum lengkap jika belum makan bebek. Salah satu bebek yang wajib dicoba adalah BEBEK CANGGIH di Jalan Nias, bilangan Kertajaya, Surabaya Timur.

Beda dengan bebek lain yang kebanyakan digoreng, bebek canggih sepertinya dimasak dengan cara berbeda. Rasanya benar-benar canggih!

Penasaran? Saksikan saja video di atas. Atau langsung ke bebek canggih jl.Nias, Surabaya.

Advertisements

Sego Tahu Pak Gareng Ponorogo

Sebuah kenikmatan tersendiri ketika libur akhir tahun kemarin saya isi dengan wisata kuliner selama 2 minggu di Ponorogo. Jadwal padat merayap!

Apa saja yang saya makan selama di Ponorogo?

  1. Nasi Pecel Tumpuk Jalan Kawung
  2. Nasi Pecel Songgolangit Pasar Legi
  3. Nasi Pecel Pojok Jalan Dr.Sutomo
  4. Nasi Pecel Mbak Nur Jalan Kumbokarno
  5. Nasi Pecel Mbah Rah Ngijo
  6. Nasi Pecel Mbah Riyem Danyang
  7. Nasi Pecel Mbah Mendik Krajan
  8. Sate Gule Bu Yuli Pasar Pon
  9. Nasi Tahu Pak Gareng Kidul Alun-alun
  10. dsb…

Sebenarnya Dawet Jabung sudah masuk dalam agenda. Sayang sekali waktunya tidak cukup. Mungkin lain kali harus diagendakan!

Salam kuliner!

Ayo Cari Cara Nyari Duit Di Internet

Yasirli Amri Internet Marketer Indonesia Bukan Pembicara Internet Marketing Yang Ngaku Paling Hebat. Ayo Cari Cara Nyari Duit Di Internet, Ayo Gedein Anunya Indonesia!

Judul di atas adalah penggalan keyword yang dilombakan dalam Kontes SEO part 3 yang diselenggarakan oleh Yasirli Amri. Sangat panjang ya. Baru kali ini ada kontes SEO dengan keyword yang sangat panjang begitu. Biasanya hanya menembak sebuah frasa yang terdiri dari beberapa kata saja. Tapi tidak masalah, ini akan jadi tantangan tersendiri bagi para peserta.

Yasirli Amri Internet Marketer Indonesia Bukan Pembicara Internet Marketing Yang Ngaku Paling Hebat. Ayo Cari Cara Nyari Duit Di Internet, Ayo Gedein Anunya Indonesia!

Yasirli Amri sendiri adalah seorang praktisi AdSense yang telah melanglang buana ke berbagai kota di Indonesia untuk berbagi ilmu AdSense yang dia punyai. Memang sedikit berbeda dibanding para mastah (baca: master) lain yang sedikit pelit berbagi ilmu.

Namun berbeda dengan urusan ilmu yang dia bagi-bagikan ke peserta workshop, Yasirli Amri justru pelit untuk berbagi screenshoot earning AdSene-nya, apalagi sampai pamer tumpukan uang semeja penuh. Bagi Yasirli, pamer earning itu tidak ada gunanya jika tidak mau berbagi ilmunya.

Lagian buat apa memamerkan penghasilan kita? Kok seperti orang MLM saja yang suka membanggakan total bonusnya padahal ketika diumumkan belum tentu total duitnya masih sama seperti total bonus itu, paling juga sudah habis dipakai belanja xixixi…

Ada kan pemain AdSense yang pamer setumpuk uang di meja yang menurutnya cukup untuk 7 turunan, tapi ketika ada yang tanya gimana caranya malah tidak mau menjawab.

Buat saya apa yang dilakukan Yasirli ini sudah bener. Gak usah pamer earning-pun orang juga sudah percaya bahwa dia jago AdSense. Bagaimana tidak, dia konsisten di jalur AdSense sejak tahun 2008 hingga sekarang. Tentu sudah menemukan state of the art bagaimana bermain AdSense yang aman dan menguntungkan.

Jadi ingat tahun 2008 dulu saya juga sudah pernah main AdSense namun segera kena ‘banned’ oleh Google karena melakukan fraud click alias ngelik iklan yang tayang di blog saya sendiri. Sejak kena ‘banned’  itu saya sudah tidak pernah main AdSense lagi, berubah haluan menjadi paid-reviewer di blog-blog saya yang berbahasa inggris. Tidak lama kemudian saya mulai membuka usaha web hosting di Surabaya dan fokus ke sana hingga sekarang.

Belajar AdSense dari Mastah Yasirli Amri

Nah, bulan lalu saya berkesempatan belajar AdSense langsung ke Yasirli Amri. Kebetulan waktu itu ada workshopnya di Surabaya dan biayanya cukup terjangkau. Maka saya memutuskan untuk ikut. Ingin belajar AdSense dari guru. Dulu saya belajarnya otodidak. Dengan belajar ke guru, pembelajaran yang diberikan tentu bisa lebih terstruktur, dan yang lebih penting bisa tanya-tanya jika ada yang belum jelas.

Ternyata ilmu yang diberikan Yasirli Amri memang mantab. Awalnya terus terang saya sangat bosan mengikuti workshopnya di hari pertama yang sangat basic banget, yaitu tentang WordPress. Mulai bagaimana menginstall WordPress di hostingan, bagaimana membuat artikel, dan sebagainya. Tapi ya maklum aja, sebagian besar peserta ternyata memang bahkan belum tahu apa itu domain dan hosting. Sabaaar…

Selesai workshop hari pertama saya masih positive thinking. Berharap di hari kedua akan keluar ilmu ‘daging’ dari Yasirli Amri. Untungnya di hari pertama itu Shembah Brokerpreneur bos dari RATAKAN datang ke acara. Saya bisa kenalan dan ngobrol banyak dengan beliau yang juga seorang pebisnis online kawakan yang tidak pelit berbagi ilmu.

Di awal hari kedua Shembah sempat memberikan pencerahan tentang bagaimana membangun ASET DIGITAL. Saya jadi semangat lagi mengikuti workshop hari kedua itu yang memang banyak ‘dagingnya’.

Materinya workshop hari kedua seputar SEO, baik onpage maupun offpage. Makin sore materinya makin hot. Dan puncak dari workshop ini menurut saya justru ketika diberikan perpanjangan waktu selama 2 jam terakhir. Itulah ‘daging’ yang saya tunggu-tunggu. Keluar semua jurus-jurus sakti dari yang selama ini menjadi rahasia si Mastah Yasirli Amri.

Ibarat bercinta, saya telah mendapatkan orgasme yang intensif di workshop hari kedua itu. Nah, sekarang ilmu sudah di tangan. Tinggal mempraktekkannya pelan-pelan. Targetnya dalam beberapa bulan ke depan sudah menyelesaikan semua PR yang diberikan si mastah dan siap melakukan monetisasi blog-blog yang dibangun, dengan memasang kode AdSense!

Kembali ke tema kontes SEO kali ini, maka tidak berlebihan: Yasirli Amri Internet Marketer Indonesia Bukan Pembicara Internet Marketing Yang Ngaku Paling Hebat. Ayo Cari Cara Nyari Duit Di Internet, Ayo Gedein Anunya Indonesia!

Selamat untuk Mastah Yasirli Amri yang akan berulang tahun 26 Juni nanti. Semoga makin sukses dan sehat selalu 🙂

Manfaat Perasan Jeruk Nipis Hangat Sebagai Penangkal Flu

Siapa yang tidak kenal jeruk nipis. Buah tropis berbentuk bulat dengan rasa yang khas, kecut segar. Selama ini mungkin kita mengenal jeruk nipis dari iklan-iklan sabun cuci piring. Konon dengan sari jeruk nipis maka lemak yang menempel pada piring bisa dibersihkan hingga kesat.

Padahal sudah sejak dulu kala jeruk nipis dikenal memiliki khasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan vitamin C yang tinggi di dalam jeruk nipis terbukti ampuh menjadi modulator kekebalan tubuh. Dalam bahasa kerennya diaebut imunomodulator.

Tidak heran juga ketika ada produk minuman menggunakan icon lemon, saudara dekat jeruk nipis, disebut mengandung vitamin C 1000 miligram. Banyak yang merekomendasikan minuman botolan tersebut ketika badan terasa tidak enak, meriang dan nggreges, pertanda mau sakit. Padahal setelah dibaca labelnya, ternyata kandungan lemonnya hanya 10%. Kalau begitu, kenapa gak minum perasan lemon atau jeruk nipis langsung aja?

Maka patut dijadikan kebiasaan juga meminum perasan jeruk nipis yang telah dicampur dengan air hangat. Menurut berbagai artikel kesehatan dan beberapa jurnal ilmiah, waktu yang tepat untuk meminum perasan jeruk nipis hangat adalah pagi hari ketika baru bangun tidur sebelum perut kemasukan makanan atau minuman lain.

Caranya, siapkan segelas air hangat, jangan panas, lalu sebutir jeruk nipis diiris lalu diperas langsung hingga perasannya tercampur dengan air hangat tadi. Tidak perlu ditambah dengan gula. Jadi cukup campuran perasan jeruk jipis dan air hangat saja. Minumlah sehari sekali setiap pagi. Niscaya kekebalan tubuh kita akan meningkat sehingga tidak mudah terserang flu.

Oia, jika tidak suka jeruk nipis, jeruk lemon juga boleh. Kandungannya sama saja namun rasanya sedikit berbeda. Supaya enak, karena akan dijadikan kebiasaan, maka menanam pohon jeruk nipis atau lemon sendiri akan lebih baik mengingat keberadaannya di pasar tidak selalu tersedia.

Selamat mencoba!

Seminar Kebangsaan Hasyim Muzadi di ITS

KH. Hasyim Muzadi baru saja hadir di Kampus ITS Surabaya untuk menjadi nara sumber tunggal dalam Kuliah Kebangsaan yang digelar di Auditorium Pascasarjana. Gedung berkapasitas 400 orang tersebut penuh sesak dengan peserta seminar.

Hasyim Muzadi memaparkan bagaimana agama dan negara bisa berdampingan. Beliau mengawali penjelasan dengan menyebutkan beberapa model interaksi agama dan negara yang ada di dunia ini.

seminar kebangsaan hasyim muzadi its

Model pertama adalah NEGARA AGAMA. Dimana negara menggunakan agama sebagai landasan bernegara. Contohnya Vatikan dan Arab Saudi. Model kedua adalah negara yang sama sekali tidak melibatkan agama dalam tata kelola negara meskipun rakyatnya banyak yang beragama. Contohnya Belanda. Model ketiga adalah kehadiran agama yang menginspirasi tata kelola negara. Contohnya Indonesia.

Indonesia menggunakan visi tunggal yaitu Pancasila. Posisi agama adalah sebagai pengisi negara. Bukan dalam posisi berhadap-hadapan. Maka ketika ada pandangan lain yang membenturkan agama dengan negara, maka yang demikian ini jika dibiarkan maka akan membahayakan posisi negara.

Munculnya kelompok radikal belakangan ini tidak bisa dibiarkan. Apalagi kebanyakan faham radikal itu disetir dari negara asalnya. Sekarang mungkin masih adem ayem, namun ketika mereka sudah besar dan negara asalnya memberikan komando maka kejadian seperti ISIS di Syiria dan Houthi di Yaman bisa saja terjadi di Indonesia.

Maka seluruh elemen bangsa harus bersepakat, bersfaham, menyamakan visi berbangsa dan bernegara dengan menjadikan Pancasila sebagai azaz tunggal. Pancasila bukanlah lawan agama. Pancasila adalah suatu pandangan kehidupan berbangsa dan bernegara dimana semua agama dan semua suku bangsa bisa hidup berdampingan tanpa adanya gesekan atau perpecahan.

Namun seringkali Pancasila dijadikan kambing hitam, sering dijadikan justifikasi atau pembenaran oleh penganut ajaran yang hendak memaksakan agama sebagai tatanan negara. Maka menurut mereka Pancasila harus disingkirkan dan digantikan oleh agama. Pandangan demikian sebenarnya salah. Belum tentu ketika ajaran itu diterapkan maka kehidupan bernegara ini akan jauh lebih baik.

***Diketik ulang sesuai yang diingat oleh penulis***

Sate Kambing Cak Lam Tambak Sumur Pondok Candra

Bagi penghobi kuliner perkambingan kurang afdhol jika belum mencicipi lezatnya Sate Kambing Cak Lam. Berbeda dengan sate kambing kebanyakan yang ukurannya kecil, Sate Kambing Cak Lam ini ukurannya jumbo. Isinya padat. Potongan dagingnya besar. Disajikan dengan 2 jenis sambal: sambal kacang dan cocolan kecap lombok irisan.

Saya sendiri suka memakan Sate Kambing Cak Lam tampa sambal. Satenya yang dipanggang di atas bara arang dengan kematangan pas terasa sangat lezat. Tidak bau kambing. Orang Surabaya menyebutnya: tidak prengus.

Menurut Cak Lam, orang yang mampu menghabiskan 5 tusuk sate kambingnya disebut kelas menengah. Yang habis di bawah itu termasuk kelas lemula. Sedangkan yang mampu menghabiskan 10 tusuk lebih termasuk kelas berat. Saya sendiri yang doyan makan hanya mampu menghabiskan 5 tusuk dari 10 tusuk sate yang saya pesan.

 
Soal harga, Sate Kambing Cak Lam ini terbilang tidak mahal. Satu tusuk sate kambing berukuran jumbo itu hanya dihargai 10 ribu Rupiah. Sedangkan untuk gule kambingnya, per porsi dihargai 50 ribu Rupiah. Menurut saya ini sangat sepadan dengan ukuran dan kelezatannya.

  
Bagi yang ingin mencicipi Sate Kambing Cak Lam, dari bundaran Waru Surabaya Anda bisa naik ke tol Juanda lalu turun di Tambak Sumur. Setelah itu langsung putar balik sekitar 50 meter akan ketemu jalan kembar belok ke kiri. Sebagai tanda, di pojokan belokan ada papan petunjuk TANAH DIJUAL. Masuk saja ke jalan kembar itu hingga ujung, sekitar 100 meter. Sate Kambing Cak Lam persis ada di ujung jalan itu.

Jika Anda dari arah Rungkut, cari saja Giant Pondok Candra. Setelah Giant itu belok ke kiri mengikuti jalan layang tol Waru Juanda. Puter baliknya persis setelah exit Tol Tambak Sumur lalu ikuti petunjuk di atas.

Salam kuliner!

Bolehkah Membaca Quran dengan Langgam Jawa?

Seminggu terakhir jagad sosial media Indonesia heboh dengan perdebatan tentang boleh tidaknya membaca Quran dengan langgam / logat lagu Jawa. Perdebatan itu dimulai dari Istana Negara yang sedang menggelar peringatan Isro’ Mi’roj dan di sana seorang qori’ (pembaca Quran) melantunkan ayat-ayat Quran dengan nada tidak seperti biasanya.

Bagi yang saat itu tidak menonton siaran langsungnya di TV bisa menyaksikan tayangan YouTube di bawah ini

Memang lantunan ayat Quran tersebut terdengar asing dan tidak lumrah. Biasanya kita mendengar Quran dibacakan dalam langgam ‘Arab’. Maka ketika Quran dibaca dengan langgam Jawa, sontak publik bertanya-tanya apakah boleh membaca Quran dengan langgam seperti itu?

Tidak sedikit pula yang menyebut pembacaan Quran demikian adalah ngawur dan melecehkan Quran itu sendiri. Maka perdebatan-perdebatan tentang boleh tidaknya Quran dibaca dengan langgam Jawa dalam waktu tidak lama segera mengisi sudut-sudut diskusi di berbagai media sosial seperti facebook, twitter, bahkan perdebatan langsung di warung-warung kopi.

Berbagai ulama yang ahli di bidangnya telah menyampaikan pendapat dan menurut saya kita cukup mengacu pada salah satunya. Tidak perlu lagi dijadikan perdebatan.

Jadikan Sebagai Momen Mulai Rajin Baca Quran

Yang lebih penting menurut saya justru setelah ikut memperdebatkan boleh tidaknya Quran dibaca dengan langgam Jawa, adalah mulai membacanya setiap saat. Quran bukan untuk diperdebatkan cara membacanya, melainkan untuk kita baca sendiri, kita hayati maknanya dan kita jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Alangkah lucunya jika kita memperdebatkannya ngalor ngidul sementara dalam keseharian kita sendiri masih jarang baca Quran. Atau justru kita sendiri belum bisa baca Quran dengan tajwid yang benar? Jangan sampai seperti itu ya!

Tapi jika memang kita sendiri belum bisa baca Quran dengan baik dan benar, ya ini adalah momen yang tepat buat kita untuk segera mencari guru ngaji. Dalam sehari kita bisa melahap beberapa koran sekaligus, beberapa situs berita sekaligus, masa membaca Quran yang menjadi pedoman hidup kita malah tidak sempat, atau malah tidak bisa?

Dalam hal ini saya mengapresiasi Lukman Hakim Syaifuddin Menteri Agama Kabinet Kerja. Atas ide beliau memperdengarkan Quran dalam langgam Jawa, sontak seluruh negeri heboh mendiskusikan. Semoga tidak cukup didiskusikan, melainkan juga dilanjut dengan kegiatan-kegiatan belajar Quran bareng, sukur-sukur jika sampai memahami maknanya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Mengaku islam, alangkah lucunya jika tidak bisa baca Quran. Inilah waktunya untuk belajar. Bukan untuk memperdebatkan cara membacanya lagi. Salam damai muslim Indonesia!